near my 25th birthday..
i've been through some of melancholy this few days..
the variety of show in my life is heading into a nothing more than a pit hole..
well, actualy its not that bad, but i put my feelings on that way without thingking twice..
does anybody else also feel the same when they nearly step on their 25th birthday?
wondering..
Celotehan
Disini adalah tempat saya menulis segala celotehan dari yang sangat tidak penting hingga "sangat" penting *dari pandangan saya sendiri*
Wednesday, May 29, 2013
Wednesday, May 22, 2013
Faith..
Faith..
Mencari sebuah kepercayaan..
tidaklah gampang,
Bagi beberapa orang sangatlah gampang bagi mereka untuk langsung dapat memberi kepercayaan karena mereka tidak memiliki negative thought mengenai orang disekitar mereka..
adapun bagi beberapa dari mereka harus menyeleksi orang-orang disekitar untuk diberikan kepercayaan tersebut..
dan tidak sedikit ada orang-orang yang sangat susah memberikan hal yang istimewa tersebut walaupun orang-orang disekitarnya telah melalui seleksi tahapan kategori "orang-orang terpercaya" yang telah ditentukan sendiri.
Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang teman lama, Rea namanya..
Seorang anak tunggal yang sedari umurnya setahun kedua orang tuanya telah bercerai.
dia memiliki dua adik tiri yang apabila melihat hubungan kakak-beradik ini, mereka saling menyayangi.
Rea tinggal bersama ibu dan keluarga ibunya..
pada saat dia hampir menyelesaikan studi kuliahnya, Ibunya meninggal dunia dikarenakan breast cancer.. alhasil Rea tinggal bersama adik dari ibunya dan 2 orang sepupunya.
Dia seorang anak yang seperti sebayanya.. 26 tahun ceria, sudah memiliki pekerjaan tetap, memiliki teman-teman dan keluarga besar yang menyayanginya.
tetapi, lubang kosong itu tetap ada..
"masa jenuh"
begitu katanya..
aku bertanya lebih jelas lagi, ada apakah yang terjadi?
dia hanya termenung dan menceritakan apa yang dirasakannya..
sebagai seorang perempuan yang sudah menjajaki umur 26, sangatlah wajar apabila kita wajar dengan masalah pasangan dan pernikahan..
bagi Rea yang pernah mengalami segelintir masa pacaran, dia tidak bisa mendapatkan orang yang tepat baginya. walaupun ada 1-2 orang yang sesuai, mereka memiliki perbedaan yang prinsipil yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan ke tahap yang lebih serius, pernikahan.
masalah pekerjaan bagi beberapa perempuan mempunyai kategori-kategori mereka masing-masing..
Dalam hematnya :
kategori 1 . ada yang hanya untuk mencari pendapatan agar bisa menyenangkan dirinya dan keluarganya sendiri tanpa berkeinginan untuk ambisius dalam mengejar karir karena pada hakikatnya perempuan akan menikah dan mengurusi keluarganya.
kategori 2 . adapun yang berambisi untuk terus menerus mengejar karirnya bukan hanya karena materi saja melainkan pengakuan atas keberhasilan dan keinginannya untuk mencapai mimpi setinggi-tingginya hasil dari sekolah beberapa tahun lamanya.
Rea adalah salah seorang yang termasuk kategori 1.
dia hanya ingin menyenangkan dirinya dan keluarganya saat ini, karir bukanlah sesuatu yang menjadi ambisinya. Rencana hidupnya sudah matang menurutku..
setelah menemukan pasangan hidupnya, dia berencana untuk berhenti bekerja kantoran, tetapi dia akan membuka usaha yang gampang untuk dikoordinir dari rumah yang tidak mengorbankan anak dan suaminya kelak.
aku tersenyum mendengarkan cerita mengenai rancangan hidupnya, aku pun memiliki harapan dan rancangan yang sama untuk kedepannya.
Kehidupan sosialnya pun tetap berjalan seperti semestinya,
dia diterima di lingkungan kantornya yang dimana sekarang menjadi lingkungan tetap untuk hang-out.
tetapi apakah kehidupan tersebut dinikmati olehnya?
"i dont know for sure"
dia adalah seorang yang gampang merasa tidak enak dengan orang lain dan merasa takut akan banyak hal disekitarnya yang membuat keputusannya menjadi bukan keputusanku sendiri
"I dont know for sure"
Susah untuk mempercayai orang lain tercermin dari kepribadiannya..
sedari dulu dia hanya bisa mempercayai sahabatnya sedari SMA.. hanya dia yang benar-benar mengetahui semua tentang Rea.. selepas dari studinya, mereka berdua mulai jarang bertemu yang mengakibatkan interaksi sehari-hari menjadi renggang (dalam hal sharing cerita).
Dunia perkantoran inilah dia mulai mencari siapa orang bisa mendapatkan kepercayaannya tersebut, karena pada dasarnya dia membutuhkan orang yang bisa mendengarkan ceritanya dan bisa untuk diandalkan.
Rea memiliki beberapa orang yang bisa dia andalkan..
tetapi, saat ini dia sadar bahwa langkah untuk mencari orang yang dapat dipercaya itu sangatlah salah.. Dia melihat siapa saja yang bisa mempunyai kemungkinan untuk bisa dipercaya, langsung diberikannya kepercayaan tersebut.. dan dia salah..
pada saat kita sudah memasuki comfort zone,
jarang bagi kita untuk keluar dari sana.. ada yang bahkan menipu dirinya sendiri dengan tetap mejalani kehidupan dalam zona tersebut.
Rea tau apa yang harus dia lakukan, tetapi takut untuk mewujudkannya..
tau untuk apa yang harus dikatakan, tetapi ragu untuk disuarakannya..
tidak sedikit dari kita mempunyai masalah yang sama dengan Rea..
masalah "percaya"..
dapat membuat hidup kita berwarna indah, dan pada yang bersamaan dapat juga langsung berubah menjadi kelabu..
kata seorang temanku
"Mulailah percaya dengan dirimu sendiri, maka orang lain akan dapat mulai percaya dengan dirimu"
"Mulailah percaya akan keindahan yang dimiliki dirimu sendiri, maka orang lain pun akan melihatmu indah seperti kamu melihat dirimu indah"
singkatnya ..
Bagaimana kita bisa percaya dengan orang lain kalau kita sendiri belum percaya dengan diri kita sendiri?
entahlah..
bagaimana menurutmu kepercayaan itu?
apa esensinya bagi kehidupanmu?
bagi diriku dan bagi Rea,
itu hal yang sangat susah untuk diberikan kepada orang lain..
masa-masa jenuhnya pernah kulalui.. dan sangat menyakitkan bagi diriku sendiri karena aku tidak bisa melaluinya tanpa share dengan orang yang kupercaya..
tidak gampang aku menceritakan hal yang sebenarnya kuketahui tapi sengaja kusembunyikan bahkan oleh diriku sendiri..
ya, aku menipu diriku sendiri..
mungkin begitu juga dengan Rea..
sehingga sangat susah untuk melalui masa-masa ini..
Faith..
You could change anything by put some faith on it..
and do what you believe..
Mencari sebuah kepercayaan..
tidaklah gampang,
Bagi beberapa orang sangatlah gampang bagi mereka untuk langsung dapat memberi kepercayaan karena mereka tidak memiliki negative thought mengenai orang disekitar mereka..
adapun bagi beberapa dari mereka harus menyeleksi orang-orang disekitar untuk diberikan kepercayaan tersebut..
dan tidak sedikit ada orang-orang yang sangat susah memberikan hal yang istimewa tersebut walaupun orang-orang disekitarnya telah melalui seleksi tahapan kategori "orang-orang terpercaya" yang telah ditentukan sendiri.
Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang teman lama, Rea namanya..
Seorang anak tunggal yang sedari umurnya setahun kedua orang tuanya telah bercerai.
dia memiliki dua adik tiri yang apabila melihat hubungan kakak-beradik ini, mereka saling menyayangi.
Rea tinggal bersama ibu dan keluarga ibunya..
pada saat dia hampir menyelesaikan studi kuliahnya, Ibunya meninggal dunia dikarenakan breast cancer.. alhasil Rea tinggal bersama adik dari ibunya dan 2 orang sepupunya.
Dia seorang anak yang seperti sebayanya.. 26 tahun ceria, sudah memiliki pekerjaan tetap, memiliki teman-teman dan keluarga besar yang menyayanginya.
tetapi, lubang kosong itu tetap ada..
"masa jenuh"
begitu katanya..
aku bertanya lebih jelas lagi, ada apakah yang terjadi?
dia hanya termenung dan menceritakan apa yang dirasakannya..
sebagai seorang perempuan yang sudah menjajaki umur 26, sangatlah wajar apabila kita wajar dengan masalah pasangan dan pernikahan..
bagi Rea yang pernah mengalami segelintir masa pacaran, dia tidak bisa mendapatkan orang yang tepat baginya. walaupun ada 1-2 orang yang sesuai, mereka memiliki perbedaan yang prinsipil yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan ke tahap yang lebih serius, pernikahan.
masalah pekerjaan bagi beberapa perempuan mempunyai kategori-kategori mereka masing-masing..
Dalam hematnya :
kategori 1 . ada yang hanya untuk mencari pendapatan agar bisa menyenangkan dirinya dan keluarganya sendiri tanpa berkeinginan untuk ambisius dalam mengejar karir karena pada hakikatnya perempuan akan menikah dan mengurusi keluarganya.
kategori 2 . adapun yang berambisi untuk terus menerus mengejar karirnya bukan hanya karena materi saja melainkan pengakuan atas keberhasilan dan keinginannya untuk mencapai mimpi setinggi-tingginya hasil dari sekolah beberapa tahun lamanya.
Rea adalah salah seorang yang termasuk kategori 1.
dia hanya ingin menyenangkan dirinya dan keluarganya saat ini, karir bukanlah sesuatu yang menjadi ambisinya. Rencana hidupnya sudah matang menurutku..
setelah menemukan pasangan hidupnya, dia berencana untuk berhenti bekerja kantoran, tetapi dia akan membuka usaha yang gampang untuk dikoordinir dari rumah yang tidak mengorbankan anak dan suaminya kelak.
aku tersenyum mendengarkan cerita mengenai rancangan hidupnya, aku pun memiliki harapan dan rancangan yang sama untuk kedepannya.
Kehidupan sosialnya pun tetap berjalan seperti semestinya,
dia diterima di lingkungan kantornya yang dimana sekarang menjadi lingkungan tetap untuk hang-out.
tetapi apakah kehidupan tersebut dinikmati olehnya?
"i dont know for sure"
dia adalah seorang yang gampang merasa tidak enak dengan orang lain dan merasa takut akan banyak hal disekitarnya yang membuat keputusannya menjadi bukan keputusanku sendiri
"I dont know for sure"
Susah untuk mempercayai orang lain tercermin dari kepribadiannya..
sedari dulu dia hanya bisa mempercayai sahabatnya sedari SMA.. hanya dia yang benar-benar mengetahui semua tentang Rea.. selepas dari studinya, mereka berdua mulai jarang bertemu yang mengakibatkan interaksi sehari-hari menjadi renggang (dalam hal sharing cerita).
Dunia perkantoran inilah dia mulai mencari siapa orang bisa mendapatkan kepercayaannya tersebut, karena pada dasarnya dia membutuhkan orang yang bisa mendengarkan ceritanya dan bisa untuk diandalkan.
Rea memiliki beberapa orang yang bisa dia andalkan..
tetapi, saat ini dia sadar bahwa langkah untuk mencari orang yang dapat dipercaya itu sangatlah salah.. Dia melihat siapa saja yang bisa mempunyai kemungkinan untuk bisa dipercaya, langsung diberikannya kepercayaan tersebut.. dan dia salah..
pada saat kita sudah memasuki comfort zone,
jarang bagi kita untuk keluar dari sana.. ada yang bahkan menipu dirinya sendiri dengan tetap mejalani kehidupan dalam zona tersebut.
Rea tau apa yang harus dia lakukan, tetapi takut untuk mewujudkannya..
tau untuk apa yang harus dikatakan, tetapi ragu untuk disuarakannya..
tidak sedikit dari kita mempunyai masalah yang sama dengan Rea..
masalah "percaya"..
dapat membuat hidup kita berwarna indah, dan pada yang bersamaan dapat juga langsung berubah menjadi kelabu..
kata seorang temanku
"Mulailah percaya dengan dirimu sendiri, maka orang lain akan dapat mulai percaya dengan dirimu"
"Mulailah percaya akan keindahan yang dimiliki dirimu sendiri, maka orang lain pun akan melihatmu indah seperti kamu melihat dirimu indah"
singkatnya ..
Bagaimana kita bisa percaya dengan orang lain kalau kita sendiri belum percaya dengan diri kita sendiri?
entahlah..
bagaimana menurutmu kepercayaan itu?
apa esensinya bagi kehidupanmu?
bagi diriku dan bagi Rea,
itu hal yang sangat susah untuk diberikan kepada orang lain..
masa-masa jenuhnya pernah kulalui.. dan sangat menyakitkan bagi diriku sendiri karena aku tidak bisa melaluinya tanpa share dengan orang yang kupercaya..
tidak gampang aku menceritakan hal yang sebenarnya kuketahui tapi sengaja kusembunyikan bahkan oleh diriku sendiri..
ya, aku menipu diriku sendiri..
mungkin begitu juga dengan Rea..
sehingga sangat susah untuk melalui masa-masa ini..
Faith..
You could change anything by put some faith on it..
and do what you believe..
Subscribe to:
Posts (Atom)