Memang, Memang..
Hidup kita selalu diperuntukan diantara pilihan..
lagi-lagi untuk trip panjang gw selalu ada drama!
perasaan gw bukan tipikal drama queen deh (kayaknya.. hahahhaag)
karena masih anget banget ini trip, jadi gw kebawa suasana untuk ngetik trip ini duluan. (akan menyusul trip Bangkok-Pattaya, malang-probolinggo-bromo-surabaya-madura, Derawan, Karimun Jawa, Singapur, Ambon, Kiluan, dan mungkin akan gw sortir lagi karna gw pasti udah lupa! :p )
Over Flores.
Mutiara, Pandu, Luthfi, Arin, Bombi, Togar dan gw. itu adalah teman trip gw kali ini. Bagi Muti, Pandu dan Lutfhi ini adalah trip besar mereka bersama dalam kurun waktu 3 tahun berturut-turut. trip mereka pertama adalah Lombok dengan tambahan orang Rangga dan Bapuk. trip kedua ke Derawan dengan tambahan Gw, Anda, Rangga, Bapuk, Melissa, Arin, Rani, Bombi. Nah, ini adalah trip ketiga yaitu : Over Flores.

Seharusnya arti kata dari Over Flores ini kami aplikasikan dengan baik dan benar yaitu bertualang di pulau flores dari ujung ke ujung. karna ya, gw sangat suka dengan trip yang berbau budaya kedaerahan, tracking gunung, (dan tentunya kami semua setuju apabila berbicara tentang wisata bawah laut) maka over flores adalah pilihan yang sangat tepat.
Awalnya trip gw sih format tempat yang dikunjungi gini kira-kira :
Labuan Bajo - Ruteng - Waerebo - Kelimutu - Bajawa - P. Komodo dan beberapa pulau disekitarnya.
ternyata oh ternyata.. karena tiket yang sangat signifikan naik harganya, dan budget yang sudah ditetapkan ternyata tidak mencukupi, makaa.. trip kita berubah menjadi :
Labuan Bajo - Waerebo - P.Komodo - P. Kanawa dan beberapa spot snorkeling lainnya
but believe me.. itu aja udah seabreg ceritanya..
awalnya, Luthfi, Pandu dan Muti udah against buat ke Kelimutu dan Waerebo, tapi karna keteguhan hati dan kekekeuhan gw (baca : maksa) Kelimutu di hilangkan dan tersisalah Waerebo..
tapiiiii.. pada kenyataannya..
Sedikit mengenai
Drama Sharon :
Hari Jumat 23 Mei adalah tanggal keberangkatan kami. dimana seharian di hari ini kita akan santai di Bali dengan suguhan makanan, lounge depan pantai. Keesokan harinya Sabtu 24 Mei 2014 kami akan mengarah ke labuan bajo, dimana sesampainya disana Muti akan diving seharian sementara kami semua ke batu cermin untuk caving dan keliling pulau bajo. setelahnya hari Minggu 25 Mei 2014 kami harus mengarah ke ruteng untuk mulai menanjaki gunung Waerebo, tempat yang sangaat gw impikan.. Desa diatas awan. ya, harusnya saya ikut.
Akan Tetapi.. apa daya tanggal 16 Mei 2014 pengumuman lelang di salah satu customer gw diumumkan, which means ini adalah project gw dari tahun lalu.. daannn agak amburadul karena beberapa intrik dari berbagai pihak.. yang tepatnya tender gw ini harus gw submit pada tanggal 30 Mei 2014. ya ya ya.. menurut kalian.. apakah gw sempet untuk ke Komodo? tentu tidak. karena trip ini akan berakhir di tanggal 1 juni 2014 dimanaaa gw ga akan menemukan apapun kecuali buang tenaga dan uang.

"maaf ya, gw ga bisa ikut" itu kata-kata yang terlontar di hari kamis, 22 Mei 2014 yang gw ucapkan ke Muti, Luthfi dan Pandu. itu sedihnya bukan main, karena gw pengen banget ke Waerebo. foto disebelah ini adalah foto hasil google, sebenernya foto dari kamera pandu, arin, bombi, muti dan luthfi banyak sekali yang keren-keren. tapi ga sanggup gw buat ngeliatnya, beneran sedih karna gw bener-bener pengen.. dimulai dari indahnya alam flores selama perjalanan menuju Waerebo hingga warga-warga Waerebo yang ramah-ramah, budaya mereka daaann.. pada saat malam tiba, kata temen-temen yang sangat gw sayangi ini :
"yang terlihat justru hanya bintang, sampai ga bisa ngeliat tempat di langit yang kosong" .
Harus gw akuin gw obsessed banget untuk menangkap imaji bintang-bintang dan benda angkasa yang terlihat di langit dalam ingatan gw dan juga dalam sebuah frame. Bukan hanya pemandangan alam yang menggiurkan ditawarkan oleh Waerebo, tapi budaya dari masyarakat desa diatas awan ini sangat patut diangkat jempol. Mengapa tidak? mereka mengajarkan generasi-generasi penerus mereka bagaimana cara untuk bertahan hidup dengan cara yang benar. Begitu pula dengan keteguhan mereka dalam memeluk agama, toleransi antara sesama dan budaya asli mereka.
Harus gw akuin gw obsessed banget untuk menangkap imaji bintang-bintang dan benda angkasa yang terlihat di langit dalam ingatan gw dan juga dalam sebuah frame. Bukan hanya pemandangan alam yang menggiurkan ditawarkan oleh Waerebo, tapi budaya dari masyarakat desa diatas awan ini sangat patut diangkat jempol. Mengapa tidak? mereka mengajarkan generasi-generasi penerus mereka bagaimana cara untuk bertahan hidup dengan cara yang benar. Begitu pula dengan keteguhan mereka dalam memeluk agama, toleransi antara sesama dan budaya asli mereka.
Kegagalan kedatangan gw ke Waerebo ini membuat keinginan gw semakin besar untuk over flores bagaimanapun caranya. dan karna sudah gw ucapkan pasti akan gw laksanakan, tahun ini. aminn.... (kalau Tuhan berkehendak).
ya, pada hari-hari keberangkatan mereka, gw struggling dengan kondisi pekerjaan gw dan yang pada akhirnya gw berangkat juga di hari Selasa 27 Mei 2014. ya, gw nekat.. tapi senekatnya gw, gw memastikan bahwa memang project gw ini benar-benar gw bisa dimenangkan, tapi apabila project gw ini ada chance untuk menang, gw tidak akan nekat untuk berangkat.
untuk sampai ke puncak Waerebo ini, teman-teman gw khususnya Muti bukanlah hal yang mudah. Muti pingsan di perjalanan 2,8KM menuju Desa Waerebo atas. mereka membagi 2 tim dengan 2 porter : tim 1 pandu dan arin (gw juga) dan tim 2 Muti, Luthfi dan Bombi. kenapa? karena tim 2 lebih memilih untuk jalan dengan perlahan didukung oleh kondisi fisik mereka yang not really into trackin the mountain. gw feel bad banget untuk Muti karna gw yang pengen trip ke waerebo dan im not there... tapi setelah mereka bercerita tentang indahnya trip ke waerebo, i do feel happy for them.
maaf sebelumnya tapi gw akan skip tentang perjalanan teman-teman gw ke Waerebo, despite gw ngiri bukan main, gw sedih sekali karna im not there.. tapi gw pasti cerita lengkapnya saat gw berhasil over flores! Amin!
Oke.. anggaplah itu Preface-nya .. cukup panjang sih.. hehe tapi yaudahlah ya.. jangan protes, kalian masuk ke zona sharon : "cerita ngalur ngidul yang dicelotehkan" hahaha pembenaran sharon itu namanya. mari kita mulai dari hari pertama keberangkatan saya.. singkatnya, gw minta tolong muti untuk urusin pindah tanggal keberangkatan ke tanggal 27 Mei..
Sehari sebelum keberangkatan..
26 Mei 2014
Lion air, ya.. sore pukul 17.00, 26 Mei 2014 gw memutuskan untuk fix berangkat. Lensa, Sepatu Tracking dan beberapa barang langsung terbesit di otak gw. dimulailah perjalanan chaos gw di jakarta
16.00 - 18.30 : meeting dan ambil lensa dari bos gw tersayang di GI
18.30 - 19.30 : ambil casing iphone untuk underwater di kantor fikri di sudirman dan nganterin doi ke sebrang FX
19.30 - 20.30 : ambil spatu tracking gw dan beberapa stuff di rumah muti
20.30 - 21.30 : keluarin semua baju dan perlengkapan buat di packing, nungguin Om Ray buat nemenin ke Tangerang buat ambil lensa wide sama tele mas Gusman.
21.30 - 01.20 : keliling mencari gerangan rumah mas Gus, nemenin Om Ray makan
01.20 - 03.00 : packing things, mandi, tidur bentaran
03.00 - 04.30 : tidur
04.30 - 05.30 : sampai bandara, check in
mwahahhaag.,.. RIBET!!!!! ya, karna keberangkatan ini butuh effort banyak, gw ga mau tanggung-tanggung.
Perjalanan menuju Bali - Labuan Bajo
27 Mei 2014
Lion air, keberangkatan 07.20. tentunya waktu check in gw minta agar tetap mendapatkan tempat duduk di dekat jendela.
tidak ada yang terpikirkan selain tidur, dan tidur.. tapi sebelum tidur, kerjaan gw tetap gw monitor.. tidak lupa share location di path saya non-aktifkan.. haha..
Sesampainya di Bali, karna bandara Ngurah Rai sudah sangat berubah (dan gw ga ngerti), gw harus menarik koper gw dari bandara lama menuju bandara baru yang notabene disanalah keberangkatan domestik berada. tidak disangka, gw hanya punya 1 jam untuk berjalan ke sana dan check in, dimana banyak sekali para petualang (mungkin) lokal dan mancanegara mengantri untuk check in. untungnya, keberangkatan Labuan Bajo dengan menggunakan Penerbangan Garuda tidak terlalu ramai antriannya.
Dan lagi-lagi setelah naik dan duduk di sebelah jendela, gw memutuskan untuk tidur. saat lepas landas, mata gw terperanjat dengan pemandangan pulau bali dan pulau pulau kecil disekitarnya, disambung dengan beberapa pulau flores yang terlihat indah dari balik jendela pesawat itu. untungnya ini adalah pesawat kecil, sehingga ketinggian penerbangannya tidak terlalu ekstrim tingginya sehingga mata gw bisa disejukan dengan indahnya alam karya yang Maha Kuasa ini (dan tentunya ga jadi tidur).
| Labuan bajo dari jendela pesawat -sebelum landing- |
tidak ada perbedaan waktu antara Bali dan Bajo (tentunya berbeda 1 jam dengan jakarta).
Sesampainya di bandara, gw melihat hal yang lucu.. yaitu : bagage claim-nya! kenapa? karena masih dilakukan manual yaitu.. para petugas mengangkut bagasi dengan troli secara manual dari pesawat ke tempat penungguan bagasi, dan secara manual pun membagikan bagasi tersebut kepada pemiliknya dengan cara sang pemilik harus menunjukan tiketnya kepada sang petugas.
Tapi memang, bandara Komodo Labuan Bajo ini sedang direnovasi menjadi lebih layak untuk didatangi oleh khalayak banyak, sehingga kami masih menggunakan bandara lama dengan service secara manual juga tentunya.
Tapi memang, bandara Komodo Labuan Bajo ini sedang direnovasi menjadi lebih layak untuk didatangi oleh khalayak banyak, sehingga kami masih menggunakan bandara lama dengan service secara manual juga tentunya.
Togar, kawan dari Luthfi dan Pandu adalah orang yang bernasib sama dengan gw, tapi tidak se-naas gw, maksud gw nasib yang sama adalah trip dia baru dimulai di hari ini di labuan bajo bersama gw. ya, kita bertemu di bandara dan dijemput oleh mobil dan driver yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.
tempat kami menginap benar-benar bukan main indahnya, sangat cocok untuk kita yang ingin mencari ketenangan dan pemandangan yang meneduhkan.
| Tampak depan Waecicu Beach Inn |
| Sunset di depan dermaga Waecicu |
Cemilan, minuman, dan lain-lainnya sudah masuk dalam kantong belanjaan kami. Perut pun sudah penuh terisi, maka kami memutuskan kembali ke hotel.
kawan, memang bukan liburan yang asyik kalau tak ada cerita yang asyik juga (ga harus yang bagus-bagus saja bukan? bukan!).
Bensin dari speed boat yang kami tumpangi kami habis! ditengah perjalanan.. haha.. agak horor loh.. kenapa? karna di kiri dan kanan kami hanyalah bukit-bukit tinggi tak berpenghuni, tak ada cahaya satupun yang terlihat.. dan memang air disekitar kami adalah jernih, tapi itu hanya terlihat pada saat mentari terbit..
Bensin dari speed boat yang kami tumpangi kami habis! ditengah perjalanan.. haha.. agak horor loh.. kenapa? karna di kiri dan kanan kami hanyalah bukit-bukit tinggi tak berpenghuni, tak ada cahaya satupun yang terlihat.. dan memang air disekitar kami adalah jernih, tapi itu hanya terlihat pada saat mentari terbit..
tapi pada saat bulan lah yang menerangi kita ? its a big NO! hanya air berwarna hitam yang menambah kesan horor disana.. singkat cerita, kami masih bisa kembali ke dermaga kota dan mengisi bensin, dan kembali ke hotel. di tengah perjalanan, tak henti-hentinya gw mengucap syukur karna sudah diberikan pemandangan bintang yang sangat indah, Kawan.. bintangnya banyaaak banget!!! gw ga sabar untuk sampai ke hotel dan menangkap rupa dari bintang-bintang itu.
| foto bintang pertama yang GAGAL |
ya, sesuai rencana, gw mengambil peralatan kamera gw dan mengambil posisi di dekat pantai bersama Togar. harus gw akuin gw ngerepotin dia banget disini.. (maaf togaaarrrrr) tapi dia sangat membantu ! hahaha..
maklum, gw belom pernah memotret bintang.. jadi hasil potretan gw +/- 1,5 jam adalah GAGAL! gagal karena : total black, klo ga goyang, klo ga malah jadi star trail.. :(
tapi at least kami bisa ngobrol ngalur ngidul ditemani dengan speaker portable gw yang menyandungkan lagu-lagu dari ipod Togar. Its great!
Kira-kira pukul 21.30 Muti, Luthfi, Pandu, Arin dan Bombi sampai di hotel. tidak menunggu lama, gw berlari memeluk mereka karena i was feel like "i miss you guys! i made it!" tentunya mereka membawa segudang cerita di Waerebo dan beberapa foto yang sangat indah bersama warga disana. Well, waktu mereka menunjukan foto hasil GoPro Pandu di ipad Luthfi, gw ketiduran.. haha.. kebiasaan buruk gw : waktu kepala gw kena bantal , gw langsung tertidur.. dan itulah yang terjadi.
28 Mei 2014
Pulau Rinca
Kira-kira pukul 07.00 kami terbangun.. packing adalah hal pertama yang dilakukan (bahkan mendahului mandi! hahhaa). Sebelum menyantap sarapan, kerjaan gw kembali membuat pusing kepala gw.. haha.. laptop pandu menjadi sasaran empuk untuk menyelesaikan pekerjaan gw. kira-kira pukul 09.00 kami dijemput oleh kapal yang akan kami tempati selama 3 hari 2 malam di depan dermaga hotel. Dalam kapal ini kami ditemai oleh : Bung Akbar, nahkoda kami (jaelaahhh); Bung Ghani, Koki handal kami; dan Bung Ma'Ruf.
Tempat pertama kami adalah P. Rinca. Pulau ini merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang berada di sebelah barat pulau flores.
| Arin |
| Bombi |
kira-kira 2 jam lamanya kapal kami berlayar menuju Pulau Rinca, Loh Buaya atau Teluk Buaya dari Labuhan Bajo. 15 menit sebelum kami melabuh di pulau Rinca, kami disuguhkan makan siang yang luar biasa enaknya.. bukan hanya karena perut yang lapar, tapi memang benar-benar enak!!!
Our Lunch :
Luas dari pulau ini kurang lebih 19 ribu hektar dengan populasi komodo mencapai 2000-an. Pulau ini memiliki alam yang luar biasa indahnya, disana kita dapat melihat gurun savana, walaupun tandus dan gersang. Cuaca disana pun terbilang ekstrim, setiap harinya selalu panas terik, tapi apabila hujan turun, matahari tetap memberikan sengatan teriknya begitupun setelah hujan.
saat memasuki kawasan ini, kami harus melapor dan membayar untuk entry pass-nya, tentunya biaya untuk pengunjung lokal dan internasional dibedakan, tetapi entry pass ini dapat kami gunakan pada saat kami mengunjungi Pulau Komodo untuk keesokan harinya.
Tidak perlu jauh-jauh kami berjalan untuk melihat penampakan dari hewan yang menjadi pusat perhatian dari banyak traveler. di "Dapur" para ranger sudah kami temui 3-4 Komodo yang sedang tidur santai dan tidak bergerak sama sekali, tapi jangan coba-coba berdiri berdekatan dengan hewan langka ini, bisa-bisa kamu dan beberapa part dari anggota tubuh kamu lenyap menjadi santapan si komodo ini.
| Komodo yang ada di "Dapur" Ranger |
Hewan ini dapat mencium bau dan mendeteksi pergerakan yang ada hingga jarak 5KM, dan khususnya bagi para wanita, kalau sedang datang bulan jangan coba-coba untuk datang ke pulau ini, penciumannya sangat sensitif terhadap bau darah, jadi lebih baik berdiri disekitaran para ranger saja dan rombongan kawan-kawan. ada beberapa track yang bisa dipilih oleh kawan-kawan, kalau yang suka tracking seperti gw, pilih aja yang paling panjang karna menurut gw sayang banget kalau tidak di-explore. gw dan teman-teman memutuskan untuk mengambil track yang terpendek agar bisa mengejar spot spot berikutnya dan tentunya mereka masih letih oleh perjalanan panjang mereka di Waerebo.
Kami dikawal oleh 2 Ranger, yang maaf gw lupa namanya :p
satu didepan dan satu di belakang, mereka membawa tongkat yang memiliki 2 cabang didepannya, karena konon mereka memang takut akan tongkat / ranting ini apabila dipukul di depan mulut / hidungnya.
setelah kurang lebih 15 menit, kami sampai di atas bukit hamparan savana gersang dan pemandangan jauh kebawah melihat hamparan luas laut biru. huaaaa.. senangnyaa..
setelah kurang lebih 15 menit, kami sampai di atas bukit hamparan savana gersang dan pemandangan jauh kebawah melihat hamparan luas laut biru. huaaaa.. senangnyaa..
tapi sayangnya saat itu sedang mendung, sehingga tak lama saat kami menikmati pemandangan itu, hujan turun mengguyur kami, dan akhirnya kami memutuskan untuk turun.
selama perjalanan kami keatas bukit dan menuruni bukit ini, kami tidak menemukan satupun komodo, karena mungkin kami mengambil track pendek dan kata para ranger disana, apabila kita ingin melihat banyak dari mereka, lebih baik kita datang pada bulan juli-agustus karena pada saat itu adalah waktunya mereka untuk kawin. jadi alhasil kembali saya dan kawan-kawan mengambil foto dari komodo ini di "dapur" ranger.
Pulau Komodo, Pink Beach
Seharusnya ini adalah waktunya kita untuk snorkeling di pink beach, tapi apa daya karna sudah sore, mentari yang sudah mulai membenamkan rupanya membuat kita harus mengganti jadwal snorkeling kita di Pink beach menjadi esok pagi (kamis,29 Mei 2014). Akhirnya kapal kami melabuh di dekat pulau komodo, dan kami pun bermalam di laut. Memandang sunset dari atas dek kapal adalah hal baru yang pernah kulakukan, terlampau indah.. tak ada kata-kata yang bisa gw ucapin lagi, kalau ada yang bisa lebih mendeskripsikan tentang indahnya suasana itu pasti gw pakai.
tentunya gw masih penasaran dengan bagaimana menangkap gambar bintang-bintang itu, alhasil googling dulu lah gw dan gw melakukan percobaan diatas dek kapal.. hahaha.. yah tentunya gambarnya ga ada yang jadi. tapi at least gw tau rumusnya gimana.. huhuhu..
perut lapar.. makanan pun datang.. kami menerka-nerka seperti apa santapan makan malam kami ini, dan ya.. sungguh enakkk!! terong dan labu dan ikan dimasak dengan sangat lezat!
setelah ngobrol ngalur ngidul, kami mulai kelelahan, seperti biasa, gw ga bisa berada di dalam kapal tanpa hembusan angin laut, kalau tidak? pala pusing kapten! langsung mual.. daaannn saya pasti muntahhhh! hahahha..singkatnya gw tidur di luar kamar, percis depan kapal, tapi diatas kursi santai tentunya..
sisanya pandu dan togar tidur dengan beralaskan sleepingbag.
| Our Breakfast |
Paginya... tentunya setelah sarapan.... yummy!
kami langsung menuju Pink Beach, dan kawan-kawan.. terserah mau bilang gw norak, tapi ini pertama kalinya gw ke pink beach, dalam pikiran gw pasir-pasirnya itu warnanya pink.. haha
Terlihat dari kejauhan berwarna pink karena didalam pasir yang putih itu terdapat butiran-butiran seperti pasir yang berwarna merah.
Ada yang berkata serpihan merah ini berasal dari koral merah yang hancur, adapun yang berkata berasal dari cangkang hewan laut dan ada juga dari hewan mikroskopik yang bernama foraminifera. Pink Beach ini memiliki banyak hal yang bisa dilihat, dimulai dari ikan warna warni, terumbu karang, beberapa soft coral.. silahkan dilihat foto-fotonya.
nah.. harusnya sih setelah ini kita ke pulau komodo, tapi karena kita mengejar spot kita selanjutnya yaitu Manta Point, karena katany manta akan sering terlihat di pukul 11.00 sehingga kita harus mulai berburu manta dalam range waktu tersebut.
Manta Point
Tidak jauh dari pink beach, kami sampai di manta point ini.. derasnya arus sudah tak usah kita bicarakan lagi. dalam sepersekian detik, Pandu yang baru menyelam langsung terbawa arus ke belakang kapal apabila dia tidak memegang tali yang ada di samping kapal.
"Turun sudah mas, mba.. itu nanti ilang manta-nya" teriak Bung Akbar kepada beberapa kami yang masih berada di dalam kapal.
sembari dia berbicara, dia berjalan kearah gw dan mendorong gw jatuh ke dalam air! shooottttt! hahaha.. kami mulai perburuan mengincar manta-nya. alhasil kami menemukan seekor manta yang sangat besar dengan anggunnya sedang bermain dibawah sana dengan 2 kawanannya.
Gili Lawa
seusai pertunjukan manta, kami langsung menuju Gili Lawa.
Gili Lawa adalah sebuah tempat di deretan pulau Komodo yang dapat menyuguhkan dua scenary di tempat yang sama yaitu sunrise dan sunset. tentunya matahari masih terbit dan tenggelam di tempat yang berbeda, tapi kawan-kawan dapat menyaksikan kedua hal ini dengan mendaki bukit yang kurang lebih 600 meter dari permukaan air laut ini dan memandang dari puncaknya.
Bukit ini janganlah dianggap remeh, karena membutuhkan efort yang cukup besar untuk menaikinya (bagi mereka yang tidak biasa olahraga atau naik gunung).
hamparan luas savana gersang, gugusan pulau dan birunya laut membuat gw terperanjat. gw hanya bisa bergumam "thank you Lord, for your master piece".
karna gw ga sempet ke Waerebo, gw langsung excited menanjaki bukit ini.. sesampainya gw di puncaknya hal pertama yang gw lakukan adalah "aaaaaaarrghhhhhhhhhh" yes, i shout out loud! it felt so great!
saat mentari sudah mulai tak tampak sinarnya, kami memutuskan untuk turun dan beristirahat di tepi pantai. sesuai dugaan saya, tracknya pun tidak semudah track yang kita gunakan pada saat menaiki bukit. saran gw, jangan pakai sendal jepit, dan bawa senter, karna temen gw muti sempet terperosok kakinya di sela" ilalang di kiri dan kanan turunan bukit itu.
30 Mei 2014
seperti yang sudah gw bilang tadi, Gili Lawa adalah tempat dimana kita bisa menyaksikan sunset dan sunrise, maka pukul 04.30 gw dibangunkan oleh suara muti untuk memulai tracking dan melihat sunrise. apa daya, yang keluar dari mulut gw hanya "ern.. di kanawa tetep ada sunrise kan?" hahaha.. ya, tentunya gw kembali tidur. 05.00 gw kembali dibangunkan oleh pandu.. "yuk, ama gw mba che" entah kenapa gw langsung kebangun dan bersiap".. Togar dan Luthfi pun menyusul untuk berangkat bersama (sisanya? lebih memilih untuk tidur).
| Tim Sunrise |
Sebayur
Tatawa Besar
Tempat kedua dan ketiga kita adalah seputar Tatawa ini. yang terbesit di pikiran gw adalah "tatawa = tertawa" kenapa? karna memang, dalam bahasa Ambon Tatawa means tertawa.. hahaha
Pulau Kanawa
Senang!! sangat senang! itu yang gw rasakan.. trip kali ini The BEST!
gw memang hanya pergi 6 hari, dibandingkan teman-teman lainnya yang 10 hari merasakan indahnya flores, tetapi 6 hari itu banyak sekali cerita yang ada dan tidak mungkin gw tuangkan semua di dalam blog gw. kenapa? karena kalian mungkin akan males banget bacanya (padahal ini juga udah kepanjangan) hahaha..
| Tampak gempulan asap dari Gunung Sangiang, Bima |
saat sampai di pulau ini, muti menggumam sama gw :
"che, gw takut nih.. ini orang-orang kenapa ngerubunin di depan tempat check-in-nya ya?"
dan salah satu dari mereka berkata :
"itu meletus gunungnya"
whatttt???
gw dan muti serempak memperhatikan gumpalan awan hitam yang terlihat dari ujung sana.
| Sore hari di Kanawa |
sembari was-was gw dan muti check-in dan melihat seberapa jauh gunung itu dari kanawa (ternyata tempatnya 5 jam dari kanawa apabila menaiki kapal.
itu kata-kata yang terlontar dari mulut Luthfi pada saat kita berkumpul dan mulai was-was dengan keadaan itu. dan memang dibelakang kami ada tracking hills.. jadi kalau ada apa-apa (amit-amit) kami bisa naik keatas.
| Our Tent |
Thanks God, tidak terjadi apa-apa malam itu, ya memang malam itu air laut sangat surut, tapi memang kawan-kawan, di pulau ini sedari sore hingga malam memang airnya sangat surut, sehingga kalian bisa berjalan cukup jauh untuk melihat beberapa biota laut yang harusnya ada di kedalaman 5-6 meter.
| Bale |
31 Mei 2014
our breakfast :
| our breakfast |
| Abu yang menempel di tanaman sekitar |
| Abu yang menempel di tas equipment kami |
untungnya saat itu entah kenapa gw sudah prepare untuk beli masker (Muti sempat against gw kenapa harus beli masker) dan untungnya juga Togar membawa masker, jadi semua bisa pakai (tapi Togar pakai masker ala-ala yang dia bawa juga).
tapi aktifitas underwater tetap dijalankan dengan santai oleh orang-orang disekitar kami di pulau ini, karena ga bisa diem ditempat, Pandu dan Muti memutuskan untuk keliling Kanawa dan mereka berhasil melihat anak hiu yang ada di pinggir pantai.. Pinggir Pantai loohhh.. dan ada 2-3 ekor, kata orang disana kalau beruntung kita bisa bertemu dengan dugong.
harus gw akuin, tempat terakhir ini benar-benar oke, teman-teman akhirnya memutuskan untuk snorkeling di sekitaran pukul 16.00, yang dimana gw ga joinan karena entah kenapa gw cuman pengen ga ngapa-ngapain selain santai aja, bahasanya "mager" cyinn.. jadi gw sempat ketiduran sambil menjaga barang-barang teman-teman tercinta gw ini.. suasananya sangat mendukung! alhasil setelah mereka snorkeling dan membangunkan gw, i grab my camera and go hunt some pictures.. tapi sayang karena langit dirundung abu jadi ga terlalu oke dan ngebuat gw kehilangan semangat buat foto, (yang ada dugong-dugong hidup "baca : temen temen gw" yang gw foto). tapi gw nemu bangau!! well.. itu gw kudu jalan jauh banget kearah laut yang harusnya dalam bener.. mendadak ada pari yang lumayan gede didepan gw.. sontak getar getir juga kaki gw.. hahaha
1 Mei 2014
Karna mendengar testimoni teman-teman yang snorkeling kemarin : "keren banget sumpah!"
gw jadi penasaran dan meng-iyakan ajakan pandu untuk bangun pagi-pagi dan snorkeling dari pukul 06.00 - 07.00 (cukup satu jam saja karena kami harus siap-siap, bersih-bersih sarapan dan heading kembali ke labuan bajo.-shuttle boat leaving on 08.00). Sama halnya seperti ucapan teman-teman gw kemarin, gw juga mengucapkan "AWESOME!!!!"
gw jadi penasaran dan meng-iyakan ajakan pandu untuk bangun pagi-pagi dan snorkeling dari pukul 06.00 - 07.00 (cukup satu jam saja karena kami harus siap-siap, bersih-bersih sarapan dan heading kembali ke labuan bajo.-shuttle boat leaving on 08.00). Sama halnya seperti ucapan teman-teman gw kemarin, gw juga mengucapkan "AWESOME!!!!"
sesampainya kami di pelabuhan, kami mendengar hiruk pikuk "bandara tutup sampai tanggal 10" dan "semua flight cancel" .. taraaaa.... AWESOME! hahahhaag gw udah ga tau deh gimana caranya handle masalah ini kalo sampai benar-benar kejadian.
"ulang tahun gw di flores dong?"
"dipecat deh ni gw"
hanya dua hal ini yang berputar di kepala gw..
untungnya teman-teman tetep stay still di bandara dan menunggu dengan setia, karna ada kemungkinan wings air tetap terbang dari bali ke bajo, apabila sampai mereka melewati Bima dan kondisi tidak memungkinkan untuk terbang ke arah Bajo, maka fix flight kami cancel.. tapi apabila masih bisa, maka kemungkinan besar kami bisa terbang ke Bali apabila mesinnya baik-baik saja setelah melewati Bima.
dannn.. finally Thanks GOD ! Wings air berhasil melewati Bima dan sampai di Bajo setelah delay sekitar 2-3 jam dari waktu keberangkatan kami yang seharusnya.
sesampainya di Bali kami berpisah dengan Togar dan Bombi karena mereka masih spend time lagi di Bali.
21.00 kami sampai di Jakarta, kami dijemput oleh Matski dan pacarnya Rania.. (thank you Guys!)
"keindahan alam disekitar kita ga ada abis-abisnya, umur ga ada yang bisa nebak..
jadi, kenapa harus ditahan kaki kita untuk melangkah melihat betapa indahnya dunia yang sudah diciptakan Maha Kuasa ini?" *bahasan yang sok bijak dari gw*
"if you are traped between choices, and you have to decide which one you should choose..follow the answer from your very heart" *tapi hati-hati karna terkadang kata hati dan ego berjalan seiringan dan kalau kalian tidak peka, you wont stand a chance to differentiate which one is your heart say* -- look who is talking?? #talktomyself
Trip To Flores, P.Komodo
Wan Kawan dalam ini gw trip ber-7, dengan estimasi budget kira-kira +/- Rp.3,000,000,- udah all in kalian bisa dapetin semua yang gw dan temen-temen dapetin (tentunya diluar tiket) dalam 10 hari (udah terhitung 1 hari di Bali sebelum ke Komodo). bagi kalian yang ingin diving di Labuan bajo dan sekitarnya it cost around Rp.1,500,000,-.
tips: kalau kalian LOB dan ngeliat sesuatu yang anomali seperti.. banyak ikan besar yang ada di belakang kapal atau ga jauh dari peredaran kapal kalian atau kapal tetangga kalian.. segera menghindar dari area itu, cari tempat yang melawan arus dari peredaran ikan-ikan yang besar itu.. karnaaa.. you never know what exactly that cud atract them oming from all the way long to that area *ROTFL*
